UCY, Top Five Kampus Legendaris Jogja di Gambiran Tetap Eksis, Padukan Akademik dan Keakraban Alam di Sleman

Foto bersama seluruh anggota Makrab Fakutas Hukum Universitas Cokroaminoto Yogyakarta 2025

YOGYAKARTA – Di tengah gempuran kampus-kampus baru di Yogyakarta, Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY)—yang akrab disapa Uncok oleh mahasiswa angkatan lama dan masyarakat sekitar—terus menegaskan eksistensinya. Kampus yang tergolong tua, aktif sejak tahun 1955 di kawasan Gambiran, tetap menjadi pilihan utama bagi mahasiswa yang mencari pendidikan berkualitas dengan biaya terjangkau.

Secara resmi, kampus ini terdaftar sebagai Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY). Namun, sebutan “Uncok” telah melekat erat, terutama di kalangan mahasiswa dan warga Jogja sejak tahun 2010 ke bawah. Eksistensi UCY tetap kokoh, meski belakangan banyak bermunculan Perguruan Tinggi (PT) swasta maupun negeri yang baru.

Sesi Stadium General yang menjadi inti diskusi akademik berlangsung pada Sabtu malam, pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.

Gerbang Pendidikan Bagi Semua Kalangan

UCY dikenal sebagai kampus yang berpihak pada keberlanjutan pendidikan, terlihat dari program studi yang ditawarkan—mulai dari Ilmu Hukum, Teknik, Bisnis, hingga Ilmu Keagamaan—yang mewakili kebutuhan umum pasar kerja saat ini.

Kampus ini juga sering menjadi tujuan bagi mahasiswa yang mengandalkan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Dengan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang terjangkau, UCY berperan penting dalam menjaga harapan bagi siapa pun yang ingin melanjutkan kuliah. Meskipun secara citra dikenal sebagai Perguruan Tinggi Islam, UCY terbuka dan banyak menampung mahasiswa dari berbagai latar belakang agama.

Suasana Malam Keakraban (Makrab) Fakultas Hukum UCY di Upaakasa Glamping, menjadi ruang sharing bebas yang mempererat keharmonisan mahasiswa baru dan senior.

Budaya Akademik Bergeser ke Alam di Upaakasa Glamping

Untuk menghadapi tantangan akademik di era digital, UCY menunjukkan fleksibilitas dalam penyelenggaraan kegiatan akademik. Budaya akademik tidak hanya terpaku di dalam gedung kampus, namun juga diselenggarakan secara luwes di luar ruangan atau di alam.

Konsep pendidikan ini diwujudkan dalam format Malam Keakraban (Makrab) yang digabungkan dengan Stadium General. Acara Makrab tersebut dilangsungkan di Upaakasa Glamping, Sleman, DIY, dimulai sejak Sabtu pukul 15.00 WIB hingga Minggu pukul 10.00 WIB.

Makrab yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum pada tahun 2025 mengangkat tema serius: “The Intersection of Academic Culture and Student Identity: Navigating Excellence and Self-Discovery”. Sesi Stadium General yang menjadi inti diskusi akademik berlangsung pada Sabtu malam, pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.

Muhammad Zahronizar sebagai Ketua Makrab Fakultas Hukum UCY 2025 saat memberikat sertifikat kepada pemicara Nooraini Dyah Rahmawati, S.H., LL.M.

Makrab dan Penegasan Identitas Mahasiswa

Panitia Makrab Fakultas Hukum menyadari bahwa mahasiswa UCY saat ini perlu menimbang ulang dan memperbaharui identitas mereka sebagai bagian dari budaya Perguruan Tinggi, terutama di tengah maraknya platform digital sebagai tools akademik terbaru.

Keseriusan acara tersebut terlihat dari pembicara yang dihadirkan, yaitu alumna University of Lancaster—Nooraini Dyah Rahmawati, S.H., LL.M.—yang didampingi langsung oleh ketua departemen program studi.

Meskipun berisi diskusi serius, acara tersebut tidak melupakan unsur keakraban. Agenda have fun pasca-Stadium Generale berlanjut pada pagi harinya dengan berbagai permainan untuk meningkatkan keharmonisan dan ikatan sesama mahasiswa. Fakultas Hukum UCY memandang Makrab sangat penting karena melibatkan banyak pihak, sekaligus menjadi ajang pembentukan ekosistem akademik dan keorganisasian bagi panitia dan mahasiswa baru. Acara Makrab selalu diadakan di Uncok selama kampus itu eksis.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts