Sri Purnomo Tersandung Kasus Korupsi: Dari Sosok Teladan hingga Skandal yang Menggemparkan Sleman

Sri Purnomo Skandal Korupsi Sleman

JogjaVoice.com – Nama Sri Purnomo selama ini dikenal luas sebagai tokoh birokrat yang membawa banyak perubahan di Kabupaten Sleman. Namun kini, citra tersebut tercoreng setelah mantan Bupati Sleman dua periode itu tersandung kasus dugaan korupsi yang sedang disorot publik Yogyakarta. Kasus ini menjadi pembicaraan hangat, tidak hanya di kalangan pejabat, namun juga masyarakat akar rumput yang dulu pernah mengagumi kepemimpinannya.

Karier Panjang Seorang Birokrat Lokal

Sri Purnomo mengawali kariernya di dunia birokrasi sejak muda. Pria kelahiran Sleman ini pernah menjabat sebagai Camat, lalu naik ke berbagai posisi strategis hingga akhirnya terpilih sebagai Bupati Sleman untuk periode 2010–2015 dan 2015–2021.
Di masa kepemimpinannya, Sleman dikenal sebagai salah satu kabupaten dengan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang cukup maju. Ia juga dikenal sebagai figur religius dan dekat dengan masyarakat.

Tak sedikit masyarakat Sleman yang mengenangnya sebagai sosok pemimpin yang sederhana, sering turun ke lapangan, dan aktif dalam kegiatan sosial. Bahkan setelah lengser, namanya masih kerap disebut dalam berbagai kegiatan pemerintahan maupun sosial.

Skandal Korupsi yang Mengguncang

Namun pada akhir September 2025, publik dikejutkan oleh kabar bahwa Sri Purnomo diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek pembangunan infrastruktur di wilayah Sleman. Informasi ini mencuat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan aparat penegak hukum daerah melakukan penggeledahan di beberapa lokasi strategis, termasuk kediaman dan kantor sejumlah pihak yang terkait.

Menurut laporan awal, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengaturan proyek dan aliran dana ke sejumlah pihak, yang terjadi pada masa akhir jabatannya sebagai bupati. Total kerugian negara masih dalam proses perhitungan, namun diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

KPK telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pejabat dinas terkait dan pihak swasta. Meski belum ditetapkan sebagai tersangka secara resmi, nama Sri Purnomo kini menjadi sorotan tajam media dan masyarakat.

Reaksi Publik dan Tokoh Lokal

Kasus ini sontak menuai beragam reaksi. Banyak warga Sleman yang mengaku kecewa, mengingat selama ini Sri Purnomo dianggap sebagai teladan kepemimpinan daerah.

“Kami tidak percaya, tapi kalau memang terbukti, hukum harus ditegakkan. Jangan pandang bulu,” ujar salah satu warga Godean yang enggan disebutkan namanya.

Beberapa tokoh masyarakat juga menyerukan agar proses hukum dilakukan secara transparan dan adil, tanpa intervensi politik. Mereka berharap skandal ini tidak menggerus kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan daerah.

Dampak Politik dan Citra Sleman

Kasus ini tak hanya berdampak pada reputasi pribadi Sri Purnomo, tetapi juga berpotensi mempengaruhi peta politik Sleman menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) berikutnya. Sebagai tokoh senior, Sri Purnomo memiliki jaringan politik yang kuat. Skandal ini bisa mengguncang koalisi dan figur-figur yang selama ini berada di lingkarannya.

Selain itu, citra Sleman sebagai daerah dengan tata kelola pemerintahan yang cukup baik juga ikut tercoreng. Pemerhati kebijakan publik menilai kasus ini menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk membuktikan komitmen antikorupsi.

Kasus dugaan korupsi yang menjerat Sri Purnomo menjadi pengingat bahwa reputasi panjang bisa runtuh oleh satu skandal besar. Publik kini menantikan kelanjutan proses hukum dengan harapan keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts