JogjaVoice.com – Air mata Yoga dan Yogi (20) tak mampu lagi dibendung menjelang keberangkatan rombongan karyawan HS Surya Group menuju Tanah Suci pada Senin (3/8/2026) pagi.
Remaja kembar itu masih sulit mempercayai bahwa mereka dapat berangkat menunaikan ibadah umrah bersama 156 karyawan lainnya melalui program yang dibiayai penuh oleh perusahaan tempat mereka bekerja.
“Saya tidak menyangka, di usia yang baru 20 tahun sudah diberi kesempatan berangkat umrah,” ujar Yoga dengan mata berkaca-kaca di halaman Masjid Al Karomah, area pabrik HS di Jalan Pendem, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Yoga dan Yogi terpilih sebagai penerima apresiasi atas pencapaian target kerja mereka di bagian packing. “Awalnya saya merasa tidak mungkin bisa ikut berangkat. Ternyata Allah berkehendak lain. Pekerjaan dimudahkan, saya dan saudara kembar saya terpilih berangkat umrah,” katanya.
Asnani, ibu Yoga dan Yogi yang turut mengantarkan keberangkatan itupun tak mampu menyembunyikan tangis bahagia.
“Alhamdulillah, seneng banget Pak. Mereka dapat pergi umrah, semoga diberi kesehatan, kelancaran, sampai nanti pulang kembali. Menjadi manusia yang lebih baik,” ujarnya.
Kisah haru serupa juga dirasakan banyak keluarga yang turut hadir untuk mengantar keberangkat rombongan yang menggunakan tiga bus tersebut. Izzatul Muna, operator produksi yang baru bekerja selama lima bulan itu mengaku sangat bersyukur tapi tak mampu berkata-kata.
“Saya hanya bisa menangis ketika membaca pemberitahuan terpilih berangkat umrah melalui WhatsApp,” ungkapnya.
Kebahagiaan juga dirasakan Zahra yang bahkan baru dua bulan bekerja. Ia memperoleh hadiah istimewa ini setelah tampil membaca Tilawatil Quran dalam acara puncak perlombaan di perusahaan.
“Waktu itu ada lomba di pabrik. Saat acara puncak saya diminta membaca Tilawatil Quran, lalu Pak Suryo langsung memberikan hadiah tiket umrah,” katanya.
CEO HS Surya Group, Muhammad Suryo, mengatakan tahun ini perusahaan memberangkatkan 156 karyawan untuk menunaikan ibadah umrah.
“Program umrah karyawan ini rutin kami laksanakan setiap tahun sejak 2013. Hingga sekarang sudah 13 tahun. Hanya saja dulu jumlah pesertanya masih puluhan orang. Kalau sekarang rata-rata setiap tahun 100 orang kami berangkatkan umrah,” katanya ditemui di sela pelepasan jamaah.
Menurutnya, keberangkatan umrah tersebut merupakan bentuk penghargaan sekaligus ungkapan terima kasih atas dedikasi dan kerja keras para karyawan.
“Kita semua bekerja mencari rezeki. Sebagian dari rezeki itu memang menjadi hak mereka,” ujar pengusaha muda asal Lampung yang kini menetap di Sleman itu.
Karyawan yang memperoleh apresiasi umrah dipilih berdasarkan ketekunan beribadah, loyalitas, serta prestasi dalam mencapai target pekerjaan.
“Hidup harus memberi manfaat bagi orang lain, bukan hanya untuk diri sendiri,” katanya.
Di hadapan 156 karyawan yang akan berangkat, Suryo juga menitipkan satu permohonan yang begitu pribadi. Ia meminta seluruh jamaah mendoakan mendiang istri, almarhumah Anis Syarifah.
“Lepaskan sejenak urusan pekerjaan di sini. Saya titip doa saat teman-teman berada di tempat yang paling mustajab di Tanah Suci,” ucapnya dengan suara bergetar.
Menurut Suryo, almarhumah merupakan sosok yang setia mendampinginya sejak awal merintis usaha.
“Di setiap langkah perjuangan ini ada jejak pengorbanan, cinta, dan kasih sayangnya yang tak akan pernah saya lupakan,” ungkapnya sembari menahan tangis haru. (kmp/fis).