JogjaVoice.com – Isu keamanan yang memicu pemasangan pagar kawat di salah satu pusat perbelanjaan di Jogjakarta memantik perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X langsung angkat bicara.
Kepada para wartawan, Rabu (5/8), Sri Sultan menilai langkah antisipasi dari pihak pengelola pusat perbelanjaan berakar dari kekhawatiran dan isu yang berkembang di masyarakat. HB X menyebut, tindakan memasang barikade atau papan pengaman bisa melahirkan persepsi publik yang beragam terkait kondisi keamanan daerah.
Tak hanya itu, menurutnya tiap pengelola usaha tentu memiliki pertimbangan tersendiri berdasarkan pengalaman terdahulu.
“Karena pengalaman sebelumnya kadang-kadang terjadi,” ucapnya.
Meski begitu, HB X tetap menekankan pentingnya konsolidasi di tingkat daerah untuk mencegah potensi kerawanan. Raja Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat ini mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi dalam demokrasi merupakan hal yang wajar dan diizinkan selama mematuhi aturan serta tidak merusak fasilitas publik.
“Mau demonstrasi ya silakan, tapi juga bisa menjaga diri untuk tidak melakukan perusakan terhadap fasilitas publik maupun warga masyarakat yang lain,” lontarnya.
Senada dengan Gubernur, Kapolda DIY Inspektur Jenderal Polisi Anggoro Sukartono menegaskan bahwa kondisi wilayah Jogjakarta saat ini dipastikan aman dan kondusif. Ia membantah narasi kekhawatiran berlebih yang beredar di tengah masyarakat.
Terkait fenomena pemasangan kawat berduri di mall, Anggoro memastikan langkah tersebut murni kebijakan internal grup manajemen pusat perbelanjaan tersebut. Itu juga bukan atas dorongan situasi keamanan daerah.
“Ini harus ditanyakan kepada yang punya mall, bukan kepada Polri. Apa yang terjadi ini kan mereka rangkaian yang ada di semua mall yang memang satu nama. Jadi bukan karena situasi keadaan, saya pastikan itu,” cetusnya.
Kendati demikian, Anggoro menyatakan jika saat ini pihak kepolisian telah memetakan serta menyiapkan sistem pengamanan untuk seluruh agenda masyarakat, mulai dari event musik hingga laga olahraga. Jajaran intelijen lintas institusi juga terus memantau pergerakan situasi di lapangan.
“Sementara prediksi tidak ada kegiatan yang mengarah kepada situasi yang dikhawatirkan. Fungsi intelijen mendeteksi situasi masih normal, Jogja kondusif, aman, dan terkendali,” tandasnya. (Haf).