Kasus Keracunan Siomay di Sleman: Pipit Rahayu Mengaku Tidak Mengetahui Penyebabnya

JogjaVoice.com – Kasus keracunan makanan di Sleman menggemparkan warga setelah sekitar 160 orang mengalami gejala mual, muntah, dan diare usai mengonsumsi hidangan siomay dari sebuah layanan katering. Kejadian ini terjadi di dua acara berbeda, yaitu sebuah hajatan pernikahan dan arisan, yang dihadiri oleh puluhan hingga ratusan orang.

Kronologi Kejadian

Insiden ini pertama kali mencuat setelah beberapa tamu yang menghadiri hajatan pernikahan di Padukuhan Krasakan, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Sleman, melaporkan gejala keracunan. Dalam hitungan jam, jumlah korban terus bertambah hingga mencapai sekitar 150 orang, dengan puluhan di antaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Di lokasi lain, tepatnya dalam sebuah acara arisan di Padukuhan Sanggrahan, Mlati, Sleman, kejadian serupa juga terjadi. Sebanyak 39 orang mengalami gejala yang sama, dengan beberapa korban harus mendapatkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan terdekat.

Pengakuan Pipit Rahayu

Pipit Rahayu, pemilik usaha katering yang menyediakan siomay dalam dua acara tersebut, menyatakan keterkejutannya atas kejadian ini. “Saya tidak tahu apa yang menyebabkan keracunan ini. Semua bahan yang saya gunakan selalu segar, dan saya memastikan proses memasak tetap higienis,” ujarnya.

Pipit mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalankan usaha katering selama bertahun-tahun tanpa keluhan serupa sebelumnya. Ia pun menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan pihak berwenang guna mengusut penyebab kejadian ini.

Investigasi dan Dugaan Penyebab

Dinas Kesehatan Sleman telah mengambil sampel makanan dari katering untuk diuji di laboratorium. Dugaan awal mengarah pada kemungkinan kontaminasi bakteri akibat penyimpanan bahan yang kurang higienis atau penggunaan bahan baku yang sudah tidak layak konsumsi.

Seorang ahli gizi menjelaskan bahwa keracunan makanan sering kali disebabkan oleh bakteri seperti Salmonella atau Staphylococcus. Makanan yang tidak disimpan dengan baik atau mengalami kontaminasi selama proses penyajian dapat menjadi faktor utama terjadinya keracunan.

Langkah Pencegahan

Sebagai respons terhadap kejadian ini, Dinas Kesehatan Sleman mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih makanan yang dikonsumsi. Berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan:

  1. Pastikan kebersihan makanan – Periksa kondisi tempat makanan diproduksi dan disajikan.
  2. Periksa kesegaran bahan baku – Hindari mengonsumsi makanan yang terlihat atau berbau mencurigakan.
  3. Simpan makanan dengan benar – Jangan biarkan makanan berada di suhu yang tidak sesuai dalam waktu lama.
  4. Cuci tangan sebelum makan – Kebiasaan ini dapat membantu mencegah masuknya bakteri ke dalam tubuh.

Kesimpulan

Kasus keracunan massal akibat konsumsi siomay di Sleman masih dalam tahap investigasi. Pipit Rahayu sebagai penyedia katering menegaskan bahwa ia akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mencari tahu penyebab utama insiden ini.

Dinas Kesehatan Sleman berjanji akan segera merilis hasil uji laboratorium guna memastikan sumber kontaminasi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dalam memilih makanan yang dikonsumsi dan menunggu hasil resmi dari pihak berwenang.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts