Jogjavoice.com – Sebagai destinasi wisata populer, Yogyakarta punya banyak sebutan seperti Kota Pelajar, Kota Gudeg, dan sebutan lain. Salah satu sebutan yang juga dipakai untuk menggambarkan Yogyakarta adalah Jogja. Lalu, apa bedanya Jogja dan Yogyakarta?
Penyebutan Yogyakarta dengan banyak nama sebenarnya tidak terjadi begitu saja. Ada banyak hal yang mempengaruhi kondisi tersebut mulai dari aksen penutur, sejarah, kebiasaan masyarakat, dan masih banyak lagi.
Salah satu contoh, masyarakat tradisional yang hidup di zaman lampau menyebut Yogyakarta dengan sebutan Ngayogyakarta. Nama tersebut didapat dari Keraton Yogyakarta yang disebut dengan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Lain wilayah, lain pula aksen dan bahasanya. Hal tersebut berdampak pada penyebutan Yogyakarta menjadi Yogya, Jogja, Yojo, bahkan Yoja.
Jogja Sama Yogyakarta Sama Apa Tidak?
Setelah ditelusuri, sebutan Yogya, Jogja, Jogjakarta, dan Yogyakarta punya perbedaan yang perlu diketahui masyarakat. Berikut ini asal muasal penyebutan Yogyakarta dalam berbagai nama.
- Ngayogyakarta
Nama ini muncul karena faktor historis. Seperti diketahui, Yogyakarta didirikan oleh Pangeran Mangkubumi, Sri Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1755. Kala itu Raja Pertama mendirikan keraton yang dinamai dengan Ngayogyakarta Hadiningrat. Artinya Ngayogyakarta kala itu merujuk pada Keraton Yogyakarta.
- Yogyakarta
Sejauh penelusuran yang dilakukan, belum bisa dipastikan kenapa kemudian muncul nama Yogyakarta. Namun, nama ini bisa dikaitkan pada masa Kemerdekaan Indonesia. Saat Sri sultan Hamengku Buwono IX mengumumkan bahwa wilayahnya menjadi bagian dari Republik Indonesia, nama yang digunakan adalah Yogyakarta, bukan Ngayogyakarta Hadiningrat.
- Jogja dan Yogya
Sebutan Jogja, Yogya, Yoja, dan nama pendek lain juga jadi variasi sebutan Yogyakarta. Hanya saja nama-nama tersebut menjadi versi ringkasnya. Hal itu wajar terjadi karena sebutan Yogyakarta memiliki 4 suku kata dan itu cukup panjang untuk nama.
Di sisi lain, banyak upaya dari masyarakat untuk mempopulerkan Yogyakarta dengan nama versi pendek. Misalnya, grup Kla Project yang mempopulerkan Yogyakarta dengan sebutan Jogja. Selain itu upaya branding lain juga menggunakan sebutan yang sama.
Perbedaan Kota Yogyakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta
Selain penamaan di atas, yang kerap terbolak-balik adalah sebutan Kota Yogyakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedua nama tersebut memiliki perbedaan.
Kota Yogyakarta adalah sebuah Kotamadya yang wilayanya mencakup beberapa wilayah. Beberapa destinasi wisata terkenal ada di kotamadya ini seperti Tugu Jogja, Jalan Malioboro, Keraton, Taman Pintar, titik 0 KM, Pasar Beringharjo, dan area sekitarnya.
Sedangkan Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebuah provinsi yang salah satu wilayahnya adalah Kota Yogyakarta. Selain itu wilayah yang termasuk provinsi ini adalah kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Gunungkidul.
Kesimpulannya, Ngayogyakarta, Jogja, Yogyakarta, Yoja, dan sebutan lain punya perbedaan pada aspek sejarahnya. Namun jika merujuk pada aspek lokasi, penyebutan tersebut adalah sama. Semoga artikel ini menambah wawasan bedanya Jogja dan Yogyakarta.