Mendorong Ekonomi Kerakyatan, Expo Haji dan Umrah di Jogja Bidik Perputaran Rupiah dari Sektor UMKM

Menteri Haji dan Umrah saat meninjau pelaksanaan Expo Haji dan Umrah di Jogja Expo Center

JOGJA — Kementerian Haji dan Umrah terus menggenjot sinergi antara penyelenggaraan ibadah suci dengan pemberdayaan ekonomi lokal. Melalui pameran (expo) khusus haji dan umrah yang digelar di Yogyakarta, pemerintah berupaya memastikan ibadah haji dan umrah tidak hanya berdampak secara spiritual, tetapi juga memberikan multiplier effect ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengungkapkan bahwa pameran ini merupakan gelaran keempat yang diselenggarakan dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Langkah ini merupakan wujud nyata penjabaran arahan Presiden agar sektor haji dan umrah turut menggerakkan ekonomi kerakyatan.

“Kita berupaya menjalankan amanat dari Presiden bahwa haji dan umrah setidak-tidaknya bisa memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat kita, khususnya pada para pelaku UMKM, hadir di sini para pelaku-pelaku ekonomi Jogja,” ujar Mochamad Irfan Yusuf.

Transaksi Awal dan Target Perputaran Dana

Dalam pelaksanaannya di Yogyakarta, apresiasi tinggi diberikan kepada para pelaku ekonomi lokal yang langsung bergerak cepat. Irfan menyebutkan bahwa laporan yang diterimanya menunjukkan telah terjadi penandatanganan kerja sama serta kontrak awal antarpelaku usaha untuk saling mengisi.

Nilai kontrak awal tersebut tercatat sudah menembus angka Rp1 miliar. Pihaknya optimis angka tersebut akan terus meroket seiring berjalannya pameran hingga penutupan hari Ahad mendatang.

Potensi ekonomi dari sektor ini di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sendiri dinilai sangat besar. Berdasarkan data, jumlah jamaah umrah di DIY mencapai sekitar 300.000 orang setiap tahunnya. Jika dihitung dengan asumsi biaya terendah per perjalanan sebesar Rp30 juta, potensi perputaran dana di sektor ini bisa mencapai ratusan miliar rupiah.

“Katakanlah 10 sampai 20 persen sudah ketemu sekitar Rp18 miliar yang bisa berputar di masyarakat kita, dan itulah yang kita upayakan untuk bisa terwujud,” jelas Irfan.

Dukungan Penuh Pemerintah dan Sinergi Internasional

Keberhasilan sinergi ini turut diapresiasi oleh berbagai pihak, termasuk para pemangku kebijakan daerah yang memfasilitasi pertemuan dan penandatanganan kontrak kerja sama antara UMKM lokal dengan para vendor penyedia jasa. Langkah ini dinilai sebagai awal yang sangat bagus agar jejaring bisnis UMKM semakin luas dan berkelanjutan.

Selain mengoptimalkan pasar lokal, stabilitas sektor haji dan umrah secara makro juga dilaporkan berada dalam kondisi yang sangat kondusif. Berdasarkan komunikasi intensif yang dilakukan dengan pihak Kedutaan Besar Arab Saudi serta otoritas di Makkah, Madinah, dan Jeddah, seluruh operasional keberangkatan umrah saat ini berjalan dengan lancar dan aman tanpa kendala berarti.

Dengan komitmen kuat dari pemerintah serta dukungan penuh dari ekosistem bisnis lokal, penyelenggaraan haji dan umrah ke depan diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts