APSEI PTMA Gelar Pengabdian Masyarakat Nasional, Perkuat Kemandirian Ekonomi Lansia melalui Pendampingan Kewirausahaan Islami

Tangerang Selatan – Asosiasi Program Studi Ekonomi Islam Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APSEI PTMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Nasional bertajuk “Pendampingan Kewirausahaan Islami bagi Lansia Sekolah Mentari Ranting ‘Aisyiyah”. Kegiatan yang berlangsung di Sekolah Lansia PRA Cireundeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan ini diikuti oleh lebih dari 30 peserta lansia sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup melalui penguatan motivasi, literasi keuangan, serta kemandirian ekonomi.

Memasuki sesi inti, para peserta mengikuti diskusi dan pendampingan yang dipandu oleh akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Materi disampaikan oleh Dr. Dimas Bagus Wiranatakusuma dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Amir Mukadar, M.E. dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Muh. Akbar, M.E. dari Universitas Muhammadiyah Palopo, Sri Wahyuni, M.E. dari Universitas Muhammadiyah Makassar, serta Dr. Hartutik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Kegiatan ini juga menunjukkan kuatnya kolaborasi antarakademisi di lingkungan PTMA. Selain para narasumber utama, pengabdian masyarakat nasional ini mendapat dukungan dari dosen-dosen yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) Jakarta, Universitas Muhammadiyah Bekasi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Muhammadiyah Maluku, dan Universitas Muhammadiyah Lamongan. Kehadiran para dosen dari berbagai daerah tersebut mencerminkan semangat sinergi dan kolaborasi APSEI PTMA dalam memperluas dampak pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat melalui pendekatan pendidikan, ekonomi, dan nilai-nilai keislaman.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua RW, H. Mannan, Hj. Sofie selaku Kepala Sekolah Lansia PRA Cireundeu, serta para dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang tergabung dalam Asosiasi Program Studi Ekonomi Islam (APSEI) PTMA. Kehadiran unsur masyarakat, pengelola sekolah lansia, dan akademisi menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas dalam mendukung pemberdayaan lansia secara berkelanjutan.

Ketua Umum APSEI PTMA, Dr. Dimas Bagus Wiranatakusuma, S.E., M.Ec., menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat merupakan bagian dari komitmen APSEI PTMA untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok lansia yang memiliki pengalaman hidup dan potensi besar untuk terus berkarya.

“Usia lanjut bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan fase kehidupan yang tetap memiliki kesempatan untuk berkarya, berbagi pengalaman, dan memberikan inspirasi. Melalui pendampingan ini kami ingin menanamkan semangat bahwa lansia tetap dapat hidup sehat, mandiri, produktif, dan memiliki ketahanan finansial yang baik sesuai dengan nilai-nilai Islam,” ujar Dr. Dimas.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi yang tidak hanya membahas aspek kewirausahaan Islami, tetapi juga memberikan motivasi agar para lansia tetap bersemangat menjalani kehidupan secara aktif dan produktif. Para narasumber mengajak peserta untuk memandang masa lansia sebagai fase yang tetap penuh peluang untuk terus belajar, berbagi pengalaman, dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat.

Sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis syariah, peserta juga diperkenalkan dengan Halvora, sebuah Islamic Marketplace yang dikembangkan sebagai media untuk memperluas syiar produk dan transaksi halal. Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi pelaku usaha mikro, termasuk para lansia, dalam memasarkan produk halal sekaligus memperkenalkan ekonomi syariah kepada masyarakat yang lebih luas.

Selain itu, peserta memperoleh pembekalan mengenai pentingnya menjaga kesehatan jiwa, kesehatan fisik, dan kesehatan finansial sebagai tiga pilar utama dalam mewujudkan kualitas hidup lansia yang lebih baik. Ketiga aspek tersebut dipandang saling berkaitan sehingga keseimbangan antara kesehatan mental, kondisi fisik, dan pengelolaan keuangan menjadi fondasi penting bagi terciptanya lansia yang sehat, bahagia, dan mandiri.

Tim pengabdian APSEI PTMA juga memberikan materi mengenai literasi keuangan, meliputi pengelolaan keuangan rumah tangga, pentingnya budaya menabung, pengelolaan pengeluaran, hingga konsep kewirausahaan Islami yang berlandaskan nilai ṣidq (jujur), amanah, dan keberkahan. Para peserta didorong untuk mengenali peluang usaha sederhana yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi mereka sehingga tetap mampu meningkatkan kemandirian ekonomi tanpa mengabaikan kesehatan dan kenyamanan di usia lanjut.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Antusiasme tersebut menunjukkan semangat para lansia untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Ketua RW, H. Mannan, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, program seperti ini memberikan manfaat yang besar karena tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangkitkan optimisme serta semangat hidup para lansia agar tetap aktif di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, Ust. Dr. Adi Mansah selaku Ketua Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pengelola Sekolah Lansia PRA Cireundeu atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta lansia yang mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias, serta kepada Ibu Hj. Sofie beserta seluruh pengelola Sekolah Lansia PRA Cireundeu yang telah menerima dan memfasilitasi program pengabdian masyarakat APSEI PTMA. Kami berharap sinergi ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak lansia yang memperoleh manfaat melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, para peserta berharap agar Program Pendampingan Kewirausahaan Islami bagi Lansia dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Mereka menginginkan adanya pendampingan lanjutan, pelatihan kewirausahaan, peningkatan literasi keuangan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran produk sehingga mampu memberikan dampak yang lebih luas terhadap pemberdayaan, kesejahteraan, dan kemandirian ekonomi lansia.

Melalui kegiatan yang diselenggarakan di Sekolah Lansia PRA Cireundeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, APSEI PTMA kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pengabdian masyarakat yang memberikan manfaat nyata. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ekonomi Islam, penguatan literasi keuangan, dan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan masyarakat, APSEI PTMA berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan lansia yang sehat secara fisik, tangguh secara mental, mandiri secara ekonomi, dan tetap produktif dalam menjalani kehidupan.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts