JogjaVoice.com – Pengusaha kreatif di Yogyakarta mendapat kesempatan lebih luas untuk mengembangkan usaha melalui akses permodalan. Ajang Meet The Investor #3 yang digelar selama dua hari, 21-22 Oktober 2026, mempertemukan puluhan investor dengan pelaku usaha dari berbagai sektor, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan nilai penawaran investasi mencapai Rp 50 miliar.
Event Director Meet The Investor #3, Ray Rezky Ananda, mengatakan kegiatan tersebut merupakan penyelenggaraan tahun ketiga sejak 2024. Setelah sebelumnya digelar di Jogja Expo Center (JEC) dan GIK UGM, ajang ini kembali menjadi ruang pertemuan pengusaha dengan investor dari Jakarta maupun luar negeri.
“Pengusaha di Jogja yang memiliki akses untuk bertemu investor secara langsung belum banyak. Melalui Asosiasi Pengusaha Kreatif, kami berupaya menarik investor dari luar negeri dan Jakarta agar pengusaha di Jogja lebih mudah bertemu pemodal dan mengembangkan usahanya,” ujar Ray.
Pada hari pertama, Rabu (21/10/2026), kegiatan difokuskan pada investor day melalui skema speed dating. Dari 219 entitas usaha yang mendaftar, sebanyak 79 lolos kurasi untuk bertemu dengan 30 investor dalam sesi pertemuan langsung tanpa biaya. Setiap pelaku usaha mendapat waktu 12 menit untuk mempresentasikan bisnis dan menawarkan peluang kerja sama.
Ray menjelaskan, sesi singkat tersebut menjadi kesempatan bagi pengusaha untuk menarik perhatian investor sekaligus membuka jalan menuju kesepakatan bisnis. Pertemuan pada siang hari kemudian dilanjutkan dengan networking dinner di Pendopo Tulungo, kawasan Imogiri Barat, untuk mempererat komunikasi dan mematangkan peluang kerja sama.
“Harapannya, dari pertemuan itu bisa berkembang menjadi deal. Karena itu, kami juga mengadakan networking dinner agar komunikasi antara pengusaha dan investor bisa berlanjut dan peluang kerja sama semakin matang,” katanya.
Memasuki hari kedua, Kamis (22/10/2026), Meet The Investor #3 menghadirkan knowledge day melalui rangkaian business talkshow. Tercatat 799 pendaftar mengikuti agenda yang menghadirkan 22 sesi dengan melibatkan 22 narasumber dan pengisi diskusi bisnis. Peserta mendapat kesempatan memperluas wawasan mengenai investasi dan prospek bisnis sekaligus membangun jejaring.
Dari rangkaian pertemuan tersebut, Ray menyebut telah muncul proses tawar-menawar dengan nilai penawaran investasi mencapai Rp 50 miliar. Peluang investasi mencakup berbagai sektor, tetapi didominasi makanan dan minuman (food and beverage/FnB), fesyen, serta teknologi.
Menurutnya, dominasi ketiga sektor tersebut tidak terlepas dari besarnya potensi industri kreatif di Yogyakarta. Peserta yang terlibat juga banyak berasal dari kalangan anak muda, meskipun pelaku usaha dari berbagai kelompok usia turut mengambil bagian.
“Investor melihat pengusaha di Jogja memiliki semangat untuk berkembang. Ini menjadi hal yang positif bagi ekosistem usaha kreatif di Yogyakarta,” ungkapnya.
Besaran modal yang dibawa investor pun beragam. Ray menyebut terdapat investor dengan kapasitas pendanaan mulai Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar, sementara sebagian lainnya memiliki kemampuan investasi mencapai puluhan miliar rupiah, termasuk pada kisaran Rp 50 miliar hingga Rp 120 miliar.
Menariknya, penyelenggaraan tahun ini juga memperlihatkan munculnya investor lokal yang selama ini belum banyak terlihat di ruang publik atau dikenal luas oleh pelaku usaha. Kehadiran mereka membuka peluang baru bagi pengusaha Yogyakarta untuk mendapatkan dukungan modal dari lingkungan sendiri.
Ray berharap Meet The Investor dapat memperkuat posisi Yogyakarta sebagai salah satu daerah potensial bagi investasi dan pengembangan usaha kreatif. Menurutnya, peluang bisnis tidak hanya bertumpu pada Jakarta dan Bali, tetapi juga terbuka lebar di Yogyakarta.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyemangati pengusaha sekaligus investor bahwa Jogja juga memiliki potensi besar. Pengusaha punya kesempatan untuk berkembang, sedangkan investor bisa menemukan peluang bisnis yang menjanjikan di sini,” tandasnya. (fis/kmp).