JOGJA – Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum lama ini. Dalam kunjungan itu, rombongan Komisi VIII DPR RI yang dipimpin Singgih Januratmoko sebagai wakil ketua membahas sejumlah isu strategis terkait haji dan umrah. Satu di antaranya berkaitan evaluasi pelaksanaan embarkasi haji DIY yang pertama kalinya menggunakan hotel sebagai asramanya meninggalkan pola lama.
Keberhasilan embarkasi DIY yang berbasis hotel menjadi torehan sejarah baru dalam pelaksanaan ibadah haji di Indonesia. Di 2026 ini embarkasi DIY sukses menjadi pelopor pertama yang menerapkan konsep embarkasi haji berbasis hotel. Inovasi ini dinilai menjadi solusi cerdas yang siap menjadi percontohan nasional atau role model untuk wilayah lain.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, yang memimpin jalannya evaluasi, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan konsep mutakhir ini.
Menurut Singgih, gagasan ini lahir dari upaya bersama antara pemerintah daerah dan kementerian terkait untuk mengoptimalkan potensi infrastruktur yang ada, khususnya keberadaan bandara internasional yang mampu menampung pesawat berbadan besar. Politisi Partai Golkar ini menilai, konsep berbasis hotel ini hadir sebagai jawaban bagi daerah-daerah yang belum memiliki fasilitas asrama haji permanen, namun memiliki kapasitas akomodasi komersial yang memadai.
“Jadi memang ini satu-satunya embarkasi berbasis hotel. Kemarin kita mengoptimalkan bandara yang bagus dan pesawat besar bisa turun, bagaimana alternatifnya bisa digunakan. Ini kemarin kita berpikir bersama teman-teman Pemda dan Kementerian supaya ini bisa optimal. Kita ada terobosan berbasis hotel, semua menunjang karena hotelnya bisa disewa sesuai budget dan kosong, serta lokasinya berdekatan dengan bandara,” ujar Singgih yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar DIY.
Langkah taktis ini terbukti berhasil memberikan pelayanan prima tanpa mengurangi standar keamanan dan kenyamanan para jemaah. Berdasarkan data evaluasi musim haji 2026, Embarkasi haji DIY mencatat performa luar biasa dengan sukses melayani total 9.320 jemaah yang terbagi ke dalam 26 kelompok terbang (kloter).
“Konsep ini dinilai jadi solusi cerdas dan alternatif keren buat daerah-daerah yang belum punya asrama haji permanen, tanpa mengurangi keamanan dan kenyamanan para jemaah,” ucap Singgih.
Selain efisien dari segi anggaran pemanfaatan fasilitas yang sudah ada, kedekatan lokasi hotel dengan bandara memangkas waktu mobilisasi jemaah secara signifikan. Alur perpindahan yang ringkas ini meminimalkan tingkat kelelahan jemaah sebelum menempuh penerbangan panjang ke tanah suci.
“Secara keseluruhan, konsep embarkasi hotel di Jogja ini dinilai sukses besar dan siap jadi role model untuk wilayah lain di Indonesia,” jelas Singgih. Adapun embarkasi haji DIY dipusatkan di Kabupaten Kulon Progo yang terdapat Yogyakarta International Airport (YIA) dengan menggunakaan Hotel Ibis-Novotel sebagai asramanya.