Program Nandur Tuk Banyu: Kinarya Anak Bangsa Gelar Sosialisasi Program dan Edukasi Sanitasi (Hygiene) di Padukuhan Gemawang, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta

Sleman, 3 Mei 2026 – Yayasan Kinarya Anak Bangsa melaksanakan kegiatan sosialisasi program dan edukasi sanitasi (hygiene) di Padukuhan Genawang, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pemanfaatan air hujan dan sumber mata air yang tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga pada pendampingan dan pemberdayaan warga.

Sosialisasi yang berlangsung di balai RT 05 sejak pukul 10.00 WIB ini menjadi tahap awal dalam membangun pemahaman masyarakat terkait pengelolaan air secara mandiri dan berkelanjutan. Kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Dalam sambutannya, perwakilan Ketua RT 04, Bapak Sartono, menyampaikan bahwa program ini menjadi harapan baru bagi warga di tengah keterbatasan akses air bersih yang selama ini dihadapi.

“Terus terang, selama ini warga kami masih sangat bergantung pada PDAM. Pada waktu-waktu tertentu, terutama pagi hari, debit air sering kecil bahkan tidak mengalir, sementara biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Karena itu, program ini kami anggap sebagai kabar yang menggembirakan,” ujarnya.

Namun demikian ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup hanya dengan penyediaan fasilitas, melainkan harus disertai dengan penguatan kapasitas masyarakat.

“Kami berharap tidak hanya berhenti pada bantuan alat. Perlu ada pendampingan, pelatihan pengelolaan, dan perawatan. Kalau hanya diberikan fasilitas tanpa itu, kami khawatir pemanfaatannya tidak akan optimal,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan RT 05 Bapak Agus Setiawan, menilai bahwa program ini memiliki potensi lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan dasar air.

“Kami melihat desain program ini bukan sekadar menjawab kebutuhan air, tetapi juga sebagai modal awal untuk pemberdayaan masyarakat. Bantuan seperti IPAH, RO, dan toren komunal bisa menjadi titik masuk untuk pengembangan yang lebih luas ke depan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan yang tepat dapat membuka peluang ekonomi berbasis masyarakat.

“Ke depan, kami berharap pengelolaan ini tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga bisa berkembang menjadi peluang pemberdayaan yang memberikan nilai tambah bagi warga,” lanjutnya.

Lurah Sinduadi, Bapak H. Senen Haryanto, S.E., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program ini sekaligus harapan agar dampaknya dapat diperluas.

“Kami mengucapkan terima kasih atas inisiatif yang dilakukan. Harapannya, program ini tidak hanya dirasakan di satu wilayah saja, tetapi bisa dikembangkan ke padukuhan lain dan menjadi percontohan bagi wilayah lain,” ungkapnya.

Pada sesi pemaparan program, Yayasan Kinarya Anak Bangsa menjelaskan rencana penyaluran bantuan berupa Instalasi Pengolahan Air Hujan (IPAH), toren komunal, serta sistem Reverse Osmosis (RO). Program ini juga mencakup pendampingan masyarakat selama tiga bulan yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring penggunaan dan perawatan fasilitas. Selain itu juga akan ada dua kali kegiatan sosialisasi dan edukasi lanjutan guna memastikan keberlanjutan program.

Sebagai penguatan substansi teknis, rangkaian sosialisasi dan edukasi ini juga dilengkapi dengan pemaparan mengenai teknologi rainwater harvesting serta model pemanfaatan air berbasis masyarakat yang disampaikan oleh Rina Ekawati, S.E., M.M., M.M.Par. Dalam pemaparannya beliau menjelaskan prinsip dasar penangkapan dan pengolahan air hujan, potensi efisiensi pemanfaatan sumber air alternatif, serta pentingnya integrasi antara teknologi, perilaku masyarakat, dan sistem pengelolaan yang berkelanjutan. Materi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada masyarakat, tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai pengelola aktif dalam sistem penyediaan air mandiri.

Sebagai bagian dari pendekatan perubahan perilaku, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi sanitasi dan hygiene lingkungan oleh Ibu Donna Ekawaty, S.T., M.MPar., CDEMg., CMT. Materi yang disampaikan berfokus pada keterkaitan antara pengelolaan air, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pencegahan penyakit berbasis lingkungan.

Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi partisipatif mengenai manajemen “bank air” yang difasilitasi oleh tim Yayasan Kinarya Anak Bangsa. Dalam sesi tersebut, masyarakat bersama-sama merumuskan skema pengelolaan, pembagian peran, serta target capaian sebagai dasar implementasi program ke depan.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup pada pukul 13.00 WIB dengan sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen kolaboratif antara masyarakat, pemerintah setempat, dan Yayasan Kinarya Anak Bangsa.

Melalui rangkaian program ini, diharapkan terbangun sistem pengelolaan air berbasis masyarakat yang tidak hanya menyelesaikan persoalan akses, tetapi juga memperkuat kemandirian dan keberlanjutan dalam jangka panjang.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts