Sosialisasi Program MENTARI: Menanamkan Semangat Menulis Sejak Dini di SD Muhammadiyah Kedungbanteng 2

Foto: Mahasiswa KKN Bendosari 190 bersama Siswa-Siswi SD Muhammadiyah Kedungbanteng 2.

JogjaVoice.com, Bendosari — Semangat literasi kembali digaungkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 117 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kelompok 190 Bendosari. Pada Selasa (29/7/2025) sampai Kamis (31/07/2025), mereka menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk MENTARI (Menulis Cerita Sendiri) di SD Muhammadiyah Kedungbanteng 2. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan minat menulis kreatif dan imajinatif sejak dini pada anak-anak sekolah dasar.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 4 hingga kelas 6 dan disambut antusias oleh pihak sekolah. MENTARI menjadi salah satu rangkaian program kerja unggulan kelompok KKN 190 dalam bidang pendidikan, dengan harapan dapat memperkuat budaya baca-tulis anak di lingkungan desa. Program ini diprakarsai oleh dua penanggung jawab utama, yaitu Atikah Salsabila dan Nadiya Rahmawati, yang juga menjadi fasilitator dalam kegiatan tersebut.

“Kami ingin menunjukkan kepada adik-adik bahwa menulis itu tidak sulit dan sangat seru. Dengan menulis cerita mereka sendiri, mereka bisa menjadi penulis cilik yang karyanya bisa dibaca banyak orang,” ujar Atikah.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Kedungbanteng 2, Ibu Latifah, mengapresiasi kegiatan ini karena sejalan dengan program literasi sekolah.

“Anak-anak memang perlu diberi ruang untuk menulis. Dengan kegiatan ini, mereka tidak hanya belajar menulis, tapi juga berani bercerita dan menuangkan imajinasi mereka ke dalam tulisan,” ungkapnya.

Tidak hanya berisi penyampaian materi, kegiatan ini juga dikemas dengan ice breaking dan games interaktif agar siswa lebih antusias dan terlibat aktif. Anak-anak diajak bermain tebak gambar, brainstorming ide cerita, hingga menulis cerita mereka sendiri dengan suasana ceria dan penuh semangat. Mahasiswa KKN membimbing siswa dalam menyusun ide cerita mereka, mulai dari menentukan tokoh utama hingga akhir cerita. Disini kreativitas anak-anak pun sangat menonjol dalam pemilihan judul dan jalan cerita.

Alisya, salah satu siswa kelas 5 dengan bangga memperlihatkan dan membacakan ceritanya yang berjudul “Dunia Mimpi Yang Aneh”

“Aku suka mimpi yang aneh-aneh, makanya aku pengen bikin cerita sendiri biar orang lain juga bisa baca mimpiku.” Ucapnya dengan ceria.

Penanggung jawab literasi dari Tim KKN, Nadiya Rahmawati, menambahkan bahwa program ini tidak hanya mengajarkan teknik menulis, tetapi juga memberikan pengalaman menyenangkan yang membuat siswa merasa bangga dengan karyanya.

“Setiap anak diajak menulis cerita mereka sendiri, baik dari pengalaman sehari-hari maupun imajinasi mereka. Nantinya, cerita-cerita tersebut akan dikompilasi menjadi buku kelas yang bisa menjadi kenang-kenangan bagi siswa,” jelas Nadiya.

Kegiatan MENTARI di SD Muhammadiyah Kedungbanteng 2 bukan hanya tentang belajar menulis, tetapi juga menjadi ruang bertumbuhnya kepercayaan diri dan kreativitas siswa. Kegiatan ini sejalan dengan visi UIN Sunan Kalijaga dalam mengusung nilai-nilai transformatif dan inklusif dalam pengabdian masyarakat. Kelompok KKN 190 berharap, meskipun mereka hanya tinggal sementara di Desa Bendosari, namun semangat literasi yang ditanamkan bisa terus disirami oleh guru dan warga sekolah.

Dengan MENTARI, anak-anak SD Muhammadiyah Kedungbanteng 2 telah mengambil langkah kecil namun berarti menuju masa depan yang penuh cerita dan inspirasi—cerita yang ditulis oleh tangan-tangan kecil mereka sendiri, dengan cahaya semangat yang tak padam.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts